March 10, 2008
Minggu kemarin, akhirnya kantor Sloka Institute pindah dari Jl Drupadi II/3 Renon ke Jl Noja Ayung Oongan Denpasar Timur. Kami angkut-angkut semua barang yang ada di rumah kontrakan itu sampai tiga kali bolak-balik pakai pick up. Dari kantor yang sewa Rp 11 juta per tahun ini, kami pindah ke ruko seharga sekitar Rp 2,5 juta setahun. Harganya pakai sekitar karena kantor baru ini punya mertuaku sendiri. Jadinya bisa ditawar. Hehe..
Pindahnya kantor ini karena bocornya tidak bisa lagi ditolerir, sudah kelewatan. Juga karena harga yang naik meski pelayanan dari penyewa buruk banget. Tapi lebih penting lagi karena kami memang sudah tidak butuh tempat seperti rumah sebelumnya itu. Kami harus mengubah strategi lagi.
Keep reading →
March 8, 2008
Nyepi ini membawa berkah untukku. Sehari sebelum Nyepi, seorang teman bilang akan main ke rumah. Katanya sih dia akan ngomong sesuatu yang penting. Maka, hari ini, sehari setelah seluruh Bali diam dalam hening, teman itu datang juga.
Dia menyelinap masuk tanpa mengetuk pintu gerbang. Dia memang teman dekatku. Saking dekatnya, dia bisa datang kapan saja ke rumahku termasuk ketika aku sudah hampir terlelap. Apa boleh buat. Aku menemuinya. Menemaninya ngobrol.
Malam ini dia datang lalu ngobrol kangin kauh denganku. Kami duduk di meja yang biasa aku pakai untuk makan meski berada di ruang tamu. Kami berhadap-hadapan. Muka teman itu serius sekali. “Aku bersedia untuk cerita apa saja ke kamu,” katanya.
Keep reading →
March 6, 2008
Jalan-jalan ke blog orang lain (blog walking) adalah salah satu hal yang biasa dilakukan blogger. Kalau bagiku sendiri sih tujuan blog walking ini karena empat alasan.
Pertama, ingin tahu hal terbaru dari blogger lain. Menariknya ngeblog itu kan karena apa yang ada di blog itu cenderung personal. Jadi asik saja baca tulisan orang lain yang tidak mungkin ada di media umum itu. Blog adalah tempat orang-orang biasa bisa cerita dengan segala kesederhanaan dan kemanusiaan mereka sendiri. Kedua, karena kunjungan balasan. Tidak enak saja kalau ada blogger berkomentar di blogku lalu aku tidak klik balik blog teman tersebut. Biasalah. Ada aksi ada reaksi. Meski tidak semua komentator bisa dikunjungi balik, namun setidaknya aku sudah berusaha untuk itu.
Ketiga, menambah teman. Meski banyak blogger yang kutemui di dunia maya ini belum pernah ketemu secara fisik, namun kalau baca blog mereka itu seperti ngobrol asik dengan seorang teman. Asiknya lagi kalau selesai blog walking itu lalu memberikan komentar. Nah, memberi komentar ini adalah bagian dari alasan keempat: tebar pesona lewat komentar. Sambil kita berkomentar di sana, kita berharap blogger itu akan balik berkunjung seperti alasan nomor dua. Jadi ini ada pamrih di balik komentar. Hehe..
Keep reading →
March 4, 2008
Nyepi tinggal tiga hari. Tahun ini kebetulan Nyepi pas hari Jumat. Seingetku ini sudah yang kesekian kali Nyepi barengan dengan Jumatan. Unik aja sih. Jadi meski yang Hindu melaksanakan Nyepi, yang muslim tetep bisa Jumatan. Ini pengalaman yang asik bagiku tentang bagaimana saling menghargai di tengah perbedaan. Malah kadang-kadang yang Jumatan itu ada yang sok-sokan seperti Hendro. Jadi mumpung bisa keluar pas Nyepi, dengan ajum-nya dia tidur di tengah jalan. Hehe..
Sebenarnya aku pengen Nyepi keluar Bali. Tidak tahu kenapa pengen banget main ke Alas Purwo, Banyuwangi. Rasanya asik saja menembus hutan itu naik Landrover nyebur lumpur seperti tiga tahun lalu. Kalau tidak ke Banyuwangi bolehlah melali ke Lombok menikmati ayam bakar taliwang. Tapi sayangnya niat hanya jadi niat. Keinginan ini ditunda saja deh dulu. Nanti kalau Bani sudah gede saja jalan-jalan lagi. Syukur-syukur jadi ke Bandung.
Keep reading →
March 3, 2008
Dua hal yang terjadi secara acak membuatku berpikir kembali tentang perlunya sebuah ketakutan diciptakan. Dua hal tersebut adalah maraknya penangkapan preman di Denpasar dan lepasnya tokoh Jaringan Islamiyah (JI) Singapura Mas Slamet bin Kastari dari pusat penahanan di Singapura. Keduanya membongkar ingatanku kembali soal terorisme.
Pikiranku hanya sebuah pikiran yang berangkat dari pesimisme juga skeptis, sebuah sikap untuk mempertanyakan sesuatu. Bertanya dan menggunakan otak kita adalah salah satu cara untuk membuat keberadaan kita terasa. Kata Rene Descartes Cogito Ergo Sum, aku berpikir maka aku ada. Bagi banyak orang hal seperti ini adalah sesuatu yang naif. But, let it be..
Keep reading →
February 29, 2008
Lega rasanya setelah aku baca hasil tes darah itu. Tidak ditemukan malaria. “Trombosit juga normal. Gejala DB juga tidak ada. Silakan lanjut saja minum obatnya,” kata dokter cantik di Nikki Media siang ini. Waah, tidak sia-sia aku merapal doa pas Jumatan tadi. Hihi..
Hasil tes darah itu memang jadi jawaban menyenangkan. Soale aku kepikiran banget soal kemungkinan kena malaria. Pikiran ini muncul setelah kemarin siang mampir ke kantor. Tidak tahan hanya diam di rumah, siangnya aku ke kantor juga untuk sedikit pekerjaan. Padahal fisikku sepertinya belum fit benar. Tapi ya maksa dikit sing ken-ken lah.
Keep reading →
February 26, 2008
Kita memang tidak bisa hidup nyaman tanpa aturan. Awalnya aku pikir kedewasaan sebuah kelompok tidak dinilai dari banyaknya aturan pada kelompok itu namun pada bagaimana anggota kelompok saling menghormati satu sama lain. But, then, itu tetep perlu sebuah aturan meski aturan itu tidak tertulis.
Ini pula yang aku pelajari di mailing list (milis) Bali Blogger Community (BBC).
Ketika membuat milis ini, aku hanya berpikir untuk membuat tempat blogger Bali bisa saling kenal. Ide bikin milis ini muncul dari Dewi dan Prima pas kami ketemuan pertama kali. Bolehlah aku sebut kopdar pertama ini sebagai cikal bakal berdirinya BBC. Sebab dari kopdar bareng Kang Ayip juga ini lalu muncul ide bikin mailing list dan agregator untuk blogger Bali.
Keep reading →